Golovinamari.com – Serangan rudal dan drone dilakukan Rusia ke Ukraina pada Rabu lalu, bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-74 Presiden Vladimir Putin. Dalam serangan ini, setidaknya 70 rudal menghujani berbagai wilayah di Ukraina, mengakibatkan 28 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebut tindakan ini sebagai salah satu serangan paling brutal yang dilancarkan oleh Rusia. Serangan tersebut tidak hanya menewaskan warga sipil tetapi juga merusak fasilitas industri serta infrastruktur energi di negara itu. Menurut Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ivan Vyhivskyi, lokasi dengan jumlah korban terbanyak berada di Pryluky, wilayah Chernihiv, tempat sebuah bangunan perumahan lima lantai dihancurkan oleh salah satu rudal.
Gubernur Chernihiv, Vyacheslav Chaus, mengonfirmasi bahwa 20 dari total korban jiwa berasal dari daerah tersebut, termasuk lima di antaranya adalah anak-anak. Selain itu, di ibu kota Kyiv, terjadu insiden di mana puing-puing drone yang jatuh menewaskan dua orang di sebuah daerah pinggiran kota. Secara keseluruhan, sekitar 100 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan ini.
Zelensky menyoroti bahwa serangan tersebut terjadi pada hari spesial bagi Putin, menyebutnya sebagai “hadiah ulang tahun” yang dihadiahkan kepada dirinya sendiri melalui kekerasan terhadap warga sipil. Dalam keterangan di media sosialnya, Zelensky menegaskan bahwa banyak warga sipil juga menjadi korban di berbagai kota, termasuk Kyiv, Oleksandria, dan Kremenchuk.
Dengan cepatnya eskalasi konflik ini, keselamatan warga sipil menjadi semakin terancam, dan ketegangan di kawasan tersebut terus meningkat seiring dengan berlangsungnya serangan.