Golovinamari.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara memberikan penjelasan terkait anggaran Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang baru dibentuk oleh pemerintah. Dalam pernyataannya di Jakarta pada Senin (5/10/2026), Suahasil menyatakan bahwa penyusunan anggaran operasional kementerian tersebut akan dimulai melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Suahasil menjelaskan bahwa saat ini proses penataan anggaran untuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi masih berlangsung. Hal ini mencakup penentuan bagian anggaran, tata kelola, serta administrasi yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi kementerian yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia tersebut. Ia mengemukakan bahwa pemerintah akan segera menambah pos anggaran baru guna menutupi biaya operasional kementerian yang baru dibentuk ini.
Menurutnya, proses pengorganisasian anggaran mencakup berbagai aspek, termasuk penentuan nama bagian anggaran dan pengaturan administratif lainnya. “Tinggal nanti kita bikin apakah namanya bagian anggaran, tata kelolanya, administrasinya, bagian anggarannya, BA-nya berapa, dan seterusnya, itu dalam proses kita buat,” ungkap Suahasil dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan.
Dengan adanya Kemenko ini, diharapkan pemerintah dapat melakukan hilirisasi dan transisi energi dengan lebih efektif, yang merupakan langkah strategis menuju pengembangan sistem energi berkelanjutan di Indonesia. Penataan anggaran yang matang diharapkan akan mendukung program-program prioritas kementerian dalam mencapai tujuan tersebut.