Golovinamari.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan akan melakukan konfirmasi langsung kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengenai laporan tentang kematian puluhan penyintas gempa bumi di pengungsian. Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan tingkat menteri di Jakarta pada Rabu lalu.
Tito Karnavian menyampaikan niatnya untuk mengecek fakta terkait laporan bahwa 42 pengungsi gempa meninggal dunia. Mendagri menegaskan pentingnya mendapatkan informasi yang akurat dari pemerintah daerah sebelum memberikan pernyataan lebih lanjut. “Saya akan tanyakan kepada Gubernur NTT untuk mendapatkan data lebih jelas,” ungkapnya.
Kemendagri juga akan memantau peran pemerintah daerah dalam memberikan perawatan kepada para pengungsi, meskipun tanggung jawab koordinasi penanganan darurat berada di bawah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Dalam rangka pendanaan, pemerintah pusat telah menyiapkan dana belanja tidak terduga sebesar Rp20 miliar untuk masing-masing dari tujuh kabupaten/kota yang terdampak, serta Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT.
Mendagri mengingatkan agar pemda segera memanfaatkan anggaran itu untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan penanganan dasar di lokasi pengungsian. Hingga akhir September 2026, total 108 penyintas gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores telah dilaporkan meninggal dunia di pengungsian. Angka kematian tertinggi dicatat di Kabupaten Manggarai dengan 44 kematian, diikuti Manggarai Timur dan Nagekeo.
Menurut BNPB, sebagian besar korban merupakan kelompok lanjut usia dan anak-anak yang menderita penyakit saluran pernapasan, diperburuk oleh kondisi cuaca ekstrem dan sanitasi yang kurang baik di lokasi pengungsian.