Golovinamari.com – Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 telah mulai memberikan layanan medis bagi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut ini bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (21/8), dan sejak itu telah menangani puluhan pasien selama misi kemanusiaan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa kedatangan KRI dr. Soeharso-990 bertujuan memperkuat layanan kesehatan di daerah yang fasilitas medisnya terdampak akibat gempa. Hingga Sabtu (22/8), kapal tersebut telah melayani sebanyak 22 pasien, yang meliputi tindakan operasi hingga perawatan jalan. Berton menambahkan bahwa pasien yang dirawat terdiri dari berbagai kondisi medis, termasuk tiga orang yang harus dirawat inap.
KRI dr. Soeharso-990 merupakan rumah sakit terapung dengan berbagai fasilitas kesehatan yang setara dengan rumah sakit di darat. Kapal sepanjang 122 meter ini dirancang untuk menangani kondisi darurat, terutama di daerah terpencil. Fasilitas yang ada di dalam kapal mencakup Instalasi Gawat Darurat, ruang operasi, laboratorium, klinik, apotek, dan tempat tidur dengan spesifikasi terpisah untuk pria dan wanita. Selain itu, kapal ini juga dilengkapi dengan helipad untuk memudahkan evakuasi medis.
Tim medis yang terdiri dari tenaga gabungan TNI AL dan Kementerian Kesehatan siaga selama 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat terdampak. Dengan adanya KRI dr. Soeharso-990, pemerintah berharap korban gempa di NTT dapat menerima penanganan medis yang cepat dan memadai di tengah situasi darurat.