Golovinamari.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) tetap menunjukkan komitmen solid dalam mengusut kasus-kasus korupsi kelas berat meskipun di tengah isu internal dan sorotan publik. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, pada Kamis (6/8/2026). Iwan menilai profesionalisme Kejagung dapat diukur dari konsistensi penanganan kasus di lapangan, bukan hanya dari dinamika yang berkembang di publik.
Menurutnya, indikator utama keberhasilan institusi penegak hukum ini adalah keteguhan mereka dalam menangani perkara, termasuk kasus kerugian negara dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). “Selama penindakan terhadap kasus-kasus besar tetap berlangsung, itu menunjukkan bahwa Kejagung masih bekerja secara profesional,” ujarnya.
Kejagung, sebagai lembaga negara, beroperasi dengan sistem yang terstruktur dan bukan hanya tergantung pada individu. Iwan menjelaskan pentingnya ketegasan dari Jaksa Agung untuk menjaga agar agenda pemberantasan korupsi berjalan lancar meskipun ada isu internal. Dia menekankan bahwa lembaga ini perlu tetap fokus pada tugas utama tanpa terganggu oleh masalah personal.
Iwan juga menyampaikan bahwa tekanan dari opini publik adalah hal yang biasa ketika menyangkut kasus besar yang memiliki dampak luas terhadap ekonomi dan politik. Untuk itu, Kejagung diharapkan terus menunjukkan kinerja yang independen dan akuntabel, serta memastikan bahwa setiap dugaan pelanggaran hukum diproses sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa diskriminasi. Dengan cara ini, Kejagung dapat menjaga kepercayaan publik terhadap integritas dan profesionalismenya dalam pemberantasan korupsi.