Golovinamari.com – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan perlunya aparat penegak hukum memberikan perlakuan yang adil kepada semua warga negara, termasuk mantan Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Pernyataan tersebut disampaikan di DPP PDIP, Jakarta, pada Minggu (26/7/2026).
Hasto menggarisbawahi perhatian publik terhadap ketidakadilan yang mencolok dalam penegakan hukum, terutama melihat situasi di mana Febrie tidak menggunakan borgol atau rompi tahanan saat dibawa ke rumah tahanan setelah pemeriksaan di Kejaksaan Agung. Menurutnya, tindakan ini sangat kontras dengan pengalaman masyarakat lainnya yang sering kali tidak mendapatkan perlakuan serupa dalam kasus hukum.
Ia juga menekankan pentingnya kesetaraan di depan hukum, berkata, “Seharusnya tidak ada perlakuan istimewa, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini.” Hasto menambahkan bahwa ketidakadilan semacam ini berpotensi memicu ketidakpuasan masyarakat yang lebih luas.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga menceritakan pengalamannya pribadi yang menghadapi proses hukum, di mana ia harus mematuhi prosedur, termasuk menjalani proses yang cukup berat. Ia menekankan bahwa ketidakadilan yang nyata dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum. Hasto berharap, hal ini menjadi perhatian bagi semua pihak dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab hukum mereka.