Golovinamari.com – Pusat data Amazon di Bahrain menjadi sasaran serangan dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Dalam pernyataan yang disampaikan, IRGC menyebut bahwa mereka telah menargetkan dan menghancurkan gedung pusat data yang dianggap vital dalam mendukung intelijen militer Amerika Serikat, yang mereka tuduh bertanggung jawab atas kematian anak-anak. Pernyataan tersebut disiarkan oleh televisi pemerintah Iran.
Hingga kini, baik Amazon maupun otoritas Bahrain belum memberikan komentar resmi mengenai klaim yang dilontarkan oleh pihak Iran. Tindakan ini dianggap sebagai bagian dari eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, terutama setelah serangan militer AS di wilayah Iran yang baru-baru ini dilaporkan menyebabkan 645 korban luka, dan 55 di antaranya dinyatakan tewas. Informasi terbaru ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan Iran kepada kantor berita Fars.
Provinsi Khuzestan di barat daya Iran tercatat menjadi daerah dengan jumlah korban tertinggi, diikuti oleh provinsi Hormozgan dan Sistan serta Baluchestan di selatan. Juru bicara tersebut juga menjelaskan bahwa dari total korban, 586 orang telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan, sementara sebagian lainnya masih memerlukan perawatan lebih lanjut.
Peristiwa ini membuktikan tingginya ketegangan geopolitik yang berkembang seiring dengan serangkaian serangan yang pernah dilakukan oleh kedua belah pihak. Serangan ini juga mencerminkan dampak yang lebih luas dari geopolitik di kawasan, serta risiko yang dihadapi oleh perusahaan teknologi besar seperti Amazon di tengah situasi ini.