Golovinamari.com – Revolusi Islam di Iran dipastikan akan terus berlanjut, seperti yang disampaikan oleh Mohammad Baqer Zolqadr, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Pernyataan ini muncul setelah upacara pemakaman pemimpin revolusi, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, yang berlangsung di Teheran pada hari Senin. Prosesi tersebut dihadiri oleh jutaan pelayat yang menunjukkan solidaritas mereka dengan mengibarkan bendera merah dan meneriakkan slogan-slogan yang menuntut pembalasan atas kematian sang pemimpin.
Zolqadr menekankan bahwa pertemuan massal tersebut menciptakan “persamaan baru” dalam konteks politik Iran. Ia menyebut bahwa kehadiran langsung masyarakat dalam upacara tersebut merupakan sinyal yang kuat kepada musuh-musuh bangsa. Pengamat menganggap situasi ini sebagai tanda bahwa warga Iran berada dalam satu barisan dalam menghadapi berbagai ancaman dari luar.
Lebih lanjut, Zolqadr menyatakan bahwa solidaritas yang terlihat dalam momen tersebut mencerminkan komitmen warga Iran untuk mempertahankan nilai-nilai dan cita-cita Revolusi Islam. Masyarakat hadir dengan penuh semangat, menunjukkan tekad mereka untuk melawan segala bentuk ancaman, yang diiringi dengan slogan perlawanan.
Proses pemakaman yang berlangsung sekitar 10 kilometer di ibu kota ini menjadi sorotan tidak hanya bagi masyarakat Iran, tetapi juga bagi dunia internasional yang memperhatikan dinamika politik di negara tersebut. Dengan adanya partisipasi besar-besaran ini, khususnya di tengah situasi yang sensitif, para pemimpin Iran menegaskan bahwa revolusi yang dimulai beberapa dekade lalu akan tetap hidup dan berlanjut.