Golovinamari.com – Ketegangan politik mewarnai laga Tim Nasional Iran melawan Belgia dalam ajang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion SoFi, Los Angeles, pada Senin dini hari WIB. Insiden terjadi saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan menjelang pertandingan, di mana terdengar cemoohan dari penonton. Kejadian ini mengingatkan pada pertandingan sebelumnya antara Iran dan Selandia Baru, yang juga disertai dengan pengingkaran terhadap lagu kebangsaan Iran.
Cemoohan tersebut diduga dipicu oleh penonton netral asal Amerika Serikat, mengingat ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah. Situasi ini kian rumit mengingat latar belakang konflik yang terus mendominasi pemberitaan. Selain itu, pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, menyatakan kekecewaannya terhadap perlakuan penyelenggara. Ia menyoroti kendala yang dihadapi timnya, termasuk keterlambatan akomodasi yang mengakibatkan mereka baru tiba di Los Angeles dua hari sebelum pertandingan.
Ghalenoei mengungkapkan frustrasinya dengan menilai bahwa dirinya merasa diabaikan oleh pelatih-pelatih dari 47 negara peserta lainnya. Ia mengungkapkan, “Kami mengalami banyak tantangan, terutama di luar lapangan, dan tidak ada tanggapan dari pelatih lain setelah saya mengajukan pertanyaan.” Sikap kurangnya solidaritas dari pelatih negara lain tersebut menunjukkan dinamika kompleks yang dihadapi Iran di pentas dunia.
Di tengah ketegangan ini, Timnas Iran berusaha fokus untuk tampil maksimal di turnamen bergengsi tersebut, sementara tantangan-tantangan eksternal terus membayangi perjalanan mereka. Pihak penyelenggara Piala Dunia diharapkan dapat lebih memperhatikan situasi peserta dari Iran dalam mengatasi permasalahan yang muncul.