Golovinamari.com – Rudal yang menghantam Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait pada Rabu lalu diklaim bukan berasal dari Iran, melainkan merupakan rudal pencegat yang ditembakkan oleh sistem pertahanan Patriot Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang menjelaskan bahwa insiden tersebut merupakan akibat dari kegagalan sistem Patriot dalam mencegat rudal Iran.
Klaim IRGC ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara Amerika Serikat dan Iran, di mana sebelumnya, militer AS menyerang sebuah kapal tanker yang menuju Pulau Kharg. Serangan tersebut dilakukan dengan alasan bahwa kapal tanker tersebut melanggar blokade sepihak yang diterapkan terhadap Iran. IRGC menegaskan bahwa kerusakan yang ditimbulkan pada terminal bandara Kuwait berasal dari kesalahan sistem Patriot dan bukan akibat serangan langsung mereka.
Kementerian Luar Negeri Kuwait memberitakan bahwa setidaknya satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka akibat serangan yang menghancurkan terminal bandara dan fasilitas vital lainnya. Video yang beredar menunjukkan kondisi terminal bandara yang dipenuhi asap, debu, dan puing-puing, dengan beberapa kebakaran akibat insiden tersebut.
Kuwait mengutuk tindakan Iran sebagai “serangan agresif” yang berkontribusi terhadap peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, analisis lebih lanjut dan investigasi resmi masih berlangsung untuk menentukan secara pasti penyebab dari insiden ini dan dampaknya terhadap hubungan internasional yang lebih luas, khususnya antara negara-negara di kawasan tersebut.