Golovinamari.com – Kepolisian Resor Halmahera Utara sedang melakukan penyelidikan terkait dugaan kelalaian yang dilakukan oleh porter dan pemandu pendakian yang diduga berkontribusi pada tragedi erupsi Gunung Dukono. Tragedi ini terjadi pada minggu lalu dan mengakibatkan sejumlah pendaki mengalami kesulitan serta luka-luka akibat letusan gunung berapi tersebut.
Dalam insiden ini, para pendaki yang tengah berada di lokasi mengalami kejadian yang membahayakan ketika Gunung Dukono mengeluarkan material vulkanik dan asap. Menurut laporan, petugas kepolisian menerima informasi mengenai kejadian tersebut dari warga setempat yang melihat aktivitas gunung yang mulai meningkat. Erupsi ini telah menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan para pendaki dan efektivitas manajemen pendakian di area tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Halmahera Utara menjelaskan bahwa tim investigasi telah dibentuk untuk menyelidiki setiap rincian mengenai dugaan kelalaian tersebut. Penyelidikan ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ada faktor manusia yang menyebabkan tragedi serta memastikan apakah para porter dan pemandu telah melaksanakan prosedur keselamatan yang sesuai sebelum dan selama pendakian.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat dan pengelola pendakian untuk lebih memperhatikan keselamatan saat melakukan aktivitas di area berpotensi tinggi seperti Gunung Dukono, yang dikenal akan aktivitas vulkaniknya. Dengan adanya penyelidikan ini, diharapkan kedepannya akan ada peningkatan dalam sistem dan protokol keselamatan untuk menjaga keselamatan para pendaki dari potensi bahaya yang diakibatkan oleh aktivitas vulkanik.