Golovinamari.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, yang terjadi pada 27 April 2026. Menurutnya, penting untuk menghormati proses investigasi guna mengetahui penyebab pasti dari insiden tersebut.
Dudy menjelaskan bahwa KNKT tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap kecelakaan yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek. Proses ini dilakukan secara objektif dengan mengumpulkan fakta di lapangan dan melakukan analisis komprehensif. Simulasi sistem persinyalan kereta api juga dilakukan untuk mengidentifikasi potensi penyebab teknis, khususnya terkait dengan fungsi dan respons sistem saat kecelakaan terjadi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menekankan fokus pihaknya pada pemulihan operasional dan pendampingan bagi pelanggan serta keluarga yang terdampak. Selain itu, layanan trauma healing tersedia bagi mereka yang membutuhkan, baik melalui Posko Informasi maupun dengan call center yang telah disediakan. Pendampingan awal dapat dilakukan melalui telemedicine.
Posko di Bekasi Timur akan tetap beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani masyarakat yang membutuhkan informasi, administrasi, dan pendampingan lanjutan. Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil investigasi KNKT guna meningkatkan keselamatan operasional perkeretaapian di Indonesia. Proses investigasi yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.