Golovinamari.com – Menanggapi keputusan pemerintah untuk melanjutkan sekolah tatap muka di tengah krisis global, Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, menekankan pentingnya persiapan menyeluruh bagi anak-anak, orang tua, dan institusi pendidikan. Menurut Jasra, keluarga yang masih dalam perjalanan mudik perlu mempersiapkan arus balik mereka dengan baik agar proses kembali ke sekolah dapat dilakukan dengan lancar dan nyaman.
Jasra mencatat, bagi keluarga yang menggunakan transportasi umum seperti kereta api atau pesawat, risiko kemacetan lebih minim. Namun, bagi mereka yang memilih jalur darat, KPAI mengingatkan masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan demi keamanan saat arus balik. Ia menilai penyelenggaraan mudik tahun ini umumnya berjalan baik, tetapi tetap mengimbau agar petugas waspada terhadap potensi kemacetan di hari-hari terakhir liburan.
Lebih lanjut, Jasra menekankan pentingnya masa transisi bagi anak-anak, dari suasana liburan ke rutinitas belajar. Ia mendorong para pengajar untuk tidak membebani siswa dengan materi berat secara langsung, dan menyarankan pendekatan belajar yang lebih reflektif, seperti bercerita tentang pengalaman mudik, agar anak-anak dapat kembali beradaptasi dengan suasana belajar tanpa tekanan.
KPAI juga mendukung imbauan Menteri Pendidikan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan setelah liburan. Hal ini mencakup pengaturan kembali jam tidur anak dan pengurangan penggunaan gawai. Jasra menambahkan, di ranah pendidikan keagamaan, penting juga bagi pondok pesantren untuk menyambut santri dengan pendekatan yang humanis, agar mereka siap kembali belajar setelah merayakan hari raya.
Dengan dukungan yang tepat dari orang tua dan guru, serta kebijakan pemerintah yang sinergis, KPAI optimis bahwa anak-anak dapat kembali ke rutinitas belajar dengan baik.