Golovinamari.com – Risiko stroke pada perempuan dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia, terutama setelah masa menopause. Penelitian jangka panjang terbaru menunjukkan bahwa pola makan yang tepat dapat berperan signifikan dalam menurunkan risiko tersebut.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Neurology Open Access menyatakan bahwa Diet Mediterania, yang menekankan konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan, mampu mengurangi risiko berbagai jenis stroke pada perempuan. Penelitian ini melibatkan lebih dari 105.000 perempuan di California, Amerika Serikat, selama lebih dari 20 tahun dengan rentang usia peserta antara 38 hingga 67 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang mematuhi Diet Mediterania memiliki risiko stroke secara keseluruhan 18% lebih rendah. Secara spesifik, mereka mengalami penurunan risiko 16% untuk stroke iskemik dan 25% untuk stroke hemoragik. Dr. Sophia Wang, penulis senior studi tersebut, menyebutkan bahwa manfaat diet ini terhadap stroke hemoragik adalah temuan baru, yang selama ini lebih sering dikaitkan dengan stroke iskemik.
“Risiko stroke bagi perempuan meningkat saat mereka mencapai menopause. Studi kami menunjukkan bahwa mematuhi diet sehat seperti Diet Mediterania dapat meminimalkan risiko ini,” ujar Wang. Dr. Andrew Freeman, seorang pakar kardiologi pencegahan, menanggapi bahwa hasil penelitian ini semakin memperkuat bukti kemanjuran diet sehat dalam pencegahan penyakit.
Meskipun penelitian ini memiliki batasan dalam pelacakan pola makan secara real-time, hasilnya tetap konsisten menunjukkan keunggulan pola makan nabati. Perubahan sederhana dalam pola makan dapat menjadi investasi besar bagi kesehatan otak perempuan di masa depan.