Golovinamari.com – Penilaian lembaga pemeringkat internasional Moody’s mengenai peringkat kredit Indonesia di level Baa2 menjadi indikator penting bagi ketahanan dan fundamental ekonomi nasional. Pemerintah Indonesia, melalui Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto, menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil, dengan berbagai faktor pendukung yang kuat.
Dalam keterangan resminya, Haryo menyampaikan bahwa penilaian Moody’s mencerminkan kekuatan sumber daya alam, demografi yang menguntungkan, serta kebijakan fiskal dan moneter yang diimplementasikan secara konsisten. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia menunjukkan angka 5,39% pada kuartal keempat tahun 2025, menjadi yang tertinggi sejak pandemi Covid-19, dengan total pertumbuhan tahunan sekitar 5,11%. Selain itu, defisit fiskal tetap terjaga di bawah 3% terhadap PDB, dan rasio utang pemerintah berada pada kisaran 40% terhadap PDB.
Haryo juga menyampaikan optimisme pemerintah terkait perkembangan kebijakan yang akan menanggapi kekhawatiran mengenai outlook ekonomi. Di sisi lain, guna mendorong investasi, pemerintah telah menyelesaikan kerangka hukum dan kelembagaan melalui pengesahan dua undang-undang yang terkait dengan pengelolaan investasi dan pemisahan fungsi regulasi Badan Pengelola BUMN.
Dengan langkah-langkah yang diambil, pemerintah berharap dapat meningkatkan kepercayaan investor lebih lanjut. Peringkat kredit yang stabil menunjukkan Indonesia mampu menghadapi tantangan global dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui upaya tersebut, Indonesia berambisi untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pemain penting dalam perekonomian global.