Golovinamari.com – Menjelang perayaan Imlek, bulan Ramadhan, dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa stok pangan di Jakarta dalam keadaan aman. Pramono memastikan bahwa komunikasi yang intensif dengan kepala daerah penghasil pangan yang menjadi pemasok utama kebutuhan pangan Jakarta berlangsung dengan baik.
“Saya selalu berkomunikasi dengan kepala daerah dari seluruh Indonesia yang menyuplai pangan ke Jakarta. Kami berharap masalah pangan, termasuk daging, tidak akan menjadi isu selama menyambut Imlek, Puasa, dan Lebaran,” ungkap Pramono pada hari Selasa (3/2).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, menurut Pramono, telah mengantisipasi kebutuhan pangan untuk berbagai perayaan tersebut. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menambahkan bahwa ketersediaan pangan pada periode ini cukup meskipun terdapat peningkatan permintaan untuk beberapa komoditas.
“Permintaan tertinggi tercatat pada komoditas telur ayam sebesar 7,5 persen, diikuti daging sapi dan kerbau dengan 3,57 persen, serta bawang putih juga mengalami peningkatan sebesar 3,57 persen,” jelas Hasudungan.
Sebagai tindakan untuk menjaga ketersediaan pangan, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan program pangan murah keliling. Kegiatan ini diorganisir oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan DKI Jakarta untuk memudahkan akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.
Sebagai bagian dari program ini, masyarakat dapat membeli enam jenis komoditas pangan—beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, ikan kembung, dan susu UHT—dengan paket harga Rp 126.000. Langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, khususnya bagi mereka yang berhak menerima bantuan.