Golovinamari.com – Memasuki akhir Januari 2026, Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia menghadapi masalah serius akibat curah hujan tinggi yang berlangsung tanpa henti. Hal ini mengakibatkan perubahan signifikan pada kondisi di ibu kota serta wilayah lain, menjadikannya rawan bencana hidrometeorologi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini yang membagi status kesiagaan menjadi tiga level: Waspada, Siaga, dan Awas, dengan Jakarta dan sekitarnya berada di zona merah.
Banjir yang terjadi tidak hanya menjadi ancaman fisik, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar bagi masyarakat, terutama para pemilik kendaraan bermotor. Wilayah yang tercatat dalam radar merah mencakup Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Yogyakarta, Bali, Sumatra, dan beberapa daerah lain di Indonesia.
Dalam situasi ini, masyarakat diimbau untuk memantau tinggi muka air melalui situs resmi yang disarankan oleh BMKG. Data aktual ini sangat penting untuk keputusan evakuasi, yang harus dilakukan dalam waktu singkat. Laurentius Iwan Pranoto, Head of PR, Marcomm, & Event Asuransi Astra, menekankan pentingnya manajemen risiko. Ia mengingatkan bahwa ketepatan tindakan dalam situasi cuaca ekstrem dapat menyelamatkan nyawa dan aset.
Salah satu langkah penyelamatan yang penting adalah pemilik kendaraan tidak mencoba untuk menyalakan mesin mobil yang terendam banjir. Tindakan tersebut dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin jika air masuk ke ruang bakar. Penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan memahami langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan untuk melindungi kendaraan mereka dari dampak banjir.