Golovinamari.com – Mempelajari ilmu tajwid merupakan hal yang penting untuk membaca Al-Qur’an dengan benar dan indah. Salah satu aspek vital yang perlu dipahami adalah hukum bacaan idgham bighunnah. Ketidakpahaman mengenai hal ini dapat mengakibatkan kesalahan dalam melafalkan ayat suci, sehingga memahami pengertian dan cara bacanya sangat penting bagi setiap muslim.
Idgham bighunnah terjadi saat Nun Sukun (ن) atau Tanwin bertemu dengan salah satu dari empat huruf hijaiyah: Ya (ي), Nun (ن), Mim (م), dan Wau (ى). Hukum ini dikenal juga dengan nama Idgham Ma’al Ghunnah. Dalam praktiknya, bacaan Nun Sukun atau Tanwin harus dilebur menjadi suara huruf berikutnya, disertai dengan suara dengung yang keluar dari pangkal hidung selama dua harakat.
Keempat huruf dalam idgham bighunnah sering disingkat sebagai YANMU untuk memudahkan hafalan. Apabila pertemuan Nun Sukun atau Tanwin dengan huruf-huruf tersebut terjadi dalam dua kata yang terpisah, bacaan akan berlangsung dengan melebur. Namun, jika pertemuan ini terjadi dalam satu kata, hukum bacaan berubah menjadi Izhar Mutlaq, di mana bunyi harus dibaca jelas tanpa dengung.
Contoh-contoh penerapan hukum ini dapat ditemukan dalam berbagai surat dalam Al-Qur’an, seperti pada Surat Az-Zalzalah dan Surat Al-Lahab. Memahami dan berlatih contoh-contoh penggunaan idgham bighunnah akan membantu mengasah kecakapan bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid yang benar. Dengan penguasaan yang baik, para pembaca diharapkan dapat memperhalus bacaan Al-Qur’an mereka.