Golovinamari.com – Upaya untuk mengembangkan sumber energi terbarukan terus meningkat seiring dengan semakin mendesaknya isu lingkungan. Salah satu fokus utama adalah pencarian alternatif bahan bakar, khususnya untuk kendaraan, mengingat bahan bakar fosil seperti bensin semakin menipis.
Hidrogen muncul sebagai salah satu kandidat bahan bakar yang menjanjikan, terutama karena dapat diperoleh dari air. Proses produksi hidrogen ini umumnya menggunakan teknologi water splitting, yang saat ini banyak diteliti karena sifatnya yang ramah lingkungan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa efisiensi produksi, serta kompleksitas teknologi ini masih perlu ditingkatkan.
Terdapat beberapa metode water splitting yang sedang dikembangkan, antara lain fotokatalis, elektrokatalis, dan fotoelektrokatalis. Ketiga metode tersebut berpotensi menghasilkan hidrogen dalam jumlah besar, walaupun membutuhkan pengembangan lebih lanjut. Penelitian mengenai material katalis yang lebih efektif untuk mengubah air menjadi hidrogen juga sedang berlangsung.
Material katalis berbasis logam mulia banyak dipilih karena kemampuannya yang tinggi dalam proses ini, namun harganya sangat mahal. Oleh karena itu, peneliti kini memfokuskan perhatian pada material berbasis besi yang lebih ekonomis. Senyawa anorganik berbasis besi, baik yang sederhana maupun kompleks, menunjukkan performa yang menjanjikan sebagai katalis untuk hidrogen.
Senyawa berbasis besi tidak hanya murah dan melimpah, tetapi juga memiliki karakteristik ideal untuk proses katalis, seperti band gap yang sesuai dan stabilitas tinggi. Dalam menciptakan hidrogen sebagai energi terbarukan yang berkelanjutan, pengembangan lebih lanjut pada material katalis berbasis besi sangat diperlukan untuk mencapai efisiensi tinggi dan biaya yang kompetitif.