Golovinamari.com – Dampak banjir bandang yang melanda provinsi Aceh pada 26-27 November 2025 masih berlanjut, dan kini masyarakat di sekitar Gunung Burni Telong merasakan kecemasan baru. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) telah mengumumkan peningkatan status gunung berapi tersebut dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) pada Rabu, 30 Desember 2025.
Kekhawatiran ini membuat warga dari empat desa di Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, mulai mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sekitar 2.500 orang dari Desa Bandar Lampahan, Pantang Pediangan, Rembenu, dan Damaran Baru, telah melarikan diri ke gedung Universitas Syiah Kuala (USK) yang terletak 8 km dari gunung tersebut. Pengungsian ini berlangsung sejak Selasa malam hingga Kamis, dengan kondisi di sekitar gedung USK yang ramai dan adanya dapur umum yang didirikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pengungsi.
Memasuki Kamis, sejumlah mahasiswa relawan USK juga ikut mengungsi setelah sebelumnya melakukan tugas penanganan korban banjir. Menurut laporan, sejak Selasa malam, gunung tersebut telah mengalami sedikitnya 16 kali gempa vulkanis dengan magnitudo antara 3,9 hingga 4,5. Saat ini, Gunung Burni Telong terlihat tertutup awan, namun frekuensi gempa yang meningkat membuat masyarakat berhati-hati dan banyak yang memilih untuk tidak kembali ke rumah.
Kepanikan juga terpantau pada arus lalu lintas di sekitar Kecamatan Timang Gajah yang sempat mengalami kemacetan. Warga melaporkan bahwa kegiatan sehari-hari mereka terpaksa terhenti menyusul situasi yang tidak menentu ini, menambah ketegangan di tengah trauma akibat banjir bandang sebelumnya.