Site icon golovinamari.com

Wakil Ketua MPR Dorong Pengembangan Ekosistem Bahasa Isyarat

[original_title]

Golovinamari.com – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya pembangunan ekosistem bahasa isyarat untuk mendukung aksesibilitas penyandang disabilitas dalam partisipasi pembangunan nasional. Dalam sebuah pernyataan tertulis yang disampaikan pada Kamis (12/2), Moerdijat menggarisbawahi bahwa akses komunikasi yang lebih baik bagi kelompok disabilitas harus menjadi perhatian serius semua pihak, sebagai bagian dari pemenuhan hak sebagai warga negara.

Pernyataan ini muncul sebagai respon terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang baru-baru ini ditandatangani. Fokus dari kerja sama tersebut adalah penyusunan rekomendasi kebijakan untuk pembangunan ekosistem bahasa isyarat, yang dinilai krusial dalam menciptakan kesetaraan komunikasi bagi penyandang disabilitas.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 17,8 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Ironisnya, sepertiga dari mereka belum menamatkan pendidikan dasar, dan tingkat partisipasi kerja hanya mencapai 23,94%. Moerdijat juga menyoroti bahwa tingkat kemiskinan di kalangan kelompok ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional, yang mencerminkan tantangan yang harus dihadapi.

Kondisi ini diperparah oleh rendahnya kesadaran publik serta keterbatasan fasilitas fisik dan digital yang belum sepenuhnya mendukung aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Moerdijat mengharapkan agar pembangunan ekosistem bahasa isyarat dapat mempermudah komunikasi antara penyandang disabilitas dan masyarakat umum. Ia juga mendorong kolaborasi dari semua pihak untuk menciptakan aksesibilitas, sehingga setiap warga dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Exit mobile version