Golovinamari.com – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa upaya militer untuk menangani program nuklir Iran tidak akan membuahkan hasil dan hanya diplomasi yang dapat memberikan solusi. Dalam penjelasannya kepada program Morning Joe di AS, Araghchi menyatakan bahwa program nuklir Iran dikembangkan oleh ilmuwan lokal dan tidak bisa dihancurkan melalui kekerasan.
Araghchi menjelaskan bahwa teknologi nuklir yang dimiliki Iran merupakan hak dan aset bangsa yang tidak dapat ditiadakan dengan tindakan militer. Sebagai bentuk tanggapan, ia menekankan pentingnya diplomasi dalam menyelesaikan isu ini, dan mengindikasikan bahwa Amerika Serikat kini kembali ke meja perundingan untuk mencari kesepakatan.
Lebih lanjut, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak pernah mengusulkan penangguhan pengayaan uranium dan bahwa AS belum meminta penghentian pengayaan sepenuhnya. Diskusi antara kedua belah pihak lebih terfokus pada jaminan bahwa kegiatan nuklir Iran akan berlangsung damai sebagai imbalan pencabutan sanksi yang dikenakan.
Menteri Luar Negeri Iran itu juga menyatakan bahwa meskipun tidak ada tenggat waktu yang ditentukan, kedua pihak memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan secepat mungkin. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini adalah menciptakan kesepakatan yang adil dan seimbang yang dapat memenuhi kekhawatiran dari masing-masing pihak.
Dalam konteks pembicaraan terbaru di Jenewa, Araghchi menggambarkan pertemuan tersebut sebagai sangat positif, dengan fokus pada isu-isu nuklir dan sanksi. Ia menambahkan bahwa kedua pihak telah mencapai pemahaman mengenai prinsip panduan dan struktur kesepakatan di masa depan.