Golovinamari.com – Prajurit TNI AD dari Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina melakukan pembangunan 33 MCK (mandi, cuci, kakus) umum di Aceh Utara. Langkah ini diambil untuk mengatasi praktik “WC terbang” dan memperbaiki sanitasi bagi penyintas banjir pascabencana besar di wilayah tersebut.
Komandan Batalyon, Letkol Czi Wahyu Wuhono, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul setelah tim menemukan kondisi sanitasi yang buruk di lapangan, termasuk pembuangan kotoran yang tidak layak. Saat melakukan pembersihan dan pembukaan akses jalan, mereka berulang kali menjumpai praktik tersebut. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa para penyintas banjir selama hampir sebulan tidak memiliki fasilitas MCK di lokasi pengungsian.
Dengan dukungan dari masyarakat Jawa Timur dan kolaborasi dengan berbagai pihak, pembangunan MCK segera dilakukan. Sebanyak 12 unit MCK dibangun di Kecamatan Sawang, di mana delapan sudah selesai dan digunakan, sementara empat unit masih dalam proses. Sisa unit MCK dibangun di Kecamatan Langkahan, yang merupakan area terdampak banjir paling parah.
Penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui koordinasi dengan kepala desa dan masyarakat setempat, agar fasilitas tersebut benar-benar bermanfaat. MCK yang dibangun berkonsep semi permanen dengan ukuran 1,5 x 1,8 meter dan tinggi 2,5 meter, menggunakan rangka baja ringan dan dinding dari bata merah serta kalsiboard.
Setiap MCK dirancang dengan dua bilik terpisah untuk laki-laki dan perempuan serta dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Letkol Wahyu juga menekankan pentingnya sanitasi yang baik untuk mencegah penyakit menular seperti diare dan disentri, sehingga pembangunan MCK ini sangat mendesak. Yonzipur 5 memastikan suplai air bersih terintegrasi dengan pembangunan MCK, agar kebutuhan dasar penyintas terpenuhi seiring dengan pemulihan pascabencana.