Golovinamari.com – Ketersediaan pupuk di Indonesia tetap terjaga meskipun terjadi ketegangan di Selat Hormuz yang berdampak pada jalur perdagangan internasional. Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengungkapkan hal tersebut dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta pada Selasa (7/4). Ia memastikan bahwa stok pupuk nasional dalam kondisi aman dan operasional pabrik berjalan optimal.
Rahmad menyatakan, “Alhamdulillah stok aman, kita memiliki 1,29 juta ton stok, dan pabrik seluruhnya beroperasi dengan baik.” Selat Hormuz berperan vital dalam distribusi pupuk dunia, menyuplai sekitar 30% dari perdagangan pupuk global setiap bulannya. Namun, Indonesia tidak merasakan dampak signifikan dari ketegangan tersebut berkat industri pupuk nasional yang mandiri dan kuat.
Kondisi ini menunjukkan ketahanan sektor pertanian Indonesia di tengah gejolak global. Sementara negara-negara seperti Brasil, India, dan Amerika Serikat mulai mengalami dampak serius akibat gangguan pasokan, Indonesia tetap stabil. Rahmad menambahkan bahwa keberhasilan ini berkat arahan Presiden RI Prabowo Subianto serta dukungan dari Kementerian Pertanian.
Pemerintah juga telah melakukan reformasi penting dalam tata kelola pupuk melalui regulasi baru yang diberlakukan sejak 2025. Reformasi ini memungkinkan penyaluran pupuk kepada petani secara lebih efisien, yang berdampak pada penurunan harga pupuk hingga 20%.
Kemudahan akses dan harga yang lebih terjangkau diharapkan mendorong peningkatan penyerapan pupuk oleh petani, berkontribusi pada produksi pertanian nasional yang lebih baik. Rahmad menekankan, pupuk adalah komponen kunci dalam meningkatkan produktivitas, dan kebijakan subsidi pupuk terbukti signifikan untuk stabilitas ekonomi dan produktivitas pertanian.