Site icon golovinamari.com

Serangan Ekstremis Yahudi Naik di Tepi Barat, Fatah Tuding Israel

[original_title]

Golovinamari.com – Sejumlah ekstremis Yahudi bersenjata api baru-baru ini melancarkan serangan terhadap warga Palestina di desa Tal, Tepi Barat. Gerakan Fatah Palestina menegaskan bahwa pemerintah Israel bertanggung jawab atas peningkatan kekerasan ini, yang terjadi di tengah ketegangan yang berlangsung di wilayah tersebut.

Fatah menyatakan bahwa serangan yang dilakukan kelompok pemukim, didukung oleh pasukan Israel, telah meluas ke beberapa kota dan desa, termasuk Beit Furik, Deir Jarir, Al-Mughayyir, dan Jit. Dalam rangkaian serangan tersebut, setidaknya 10 warga Palestina dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Menurut Fatah, tindakan kekerasan ini mencerminkan kebijakan terencana dari pemerintah yang berfokus pada pengusiran paksa, perebutan tanah, dan perluasan permukiman. Fatah mengaitkan eskalasi kekerasan ini dengan kampanye militer yang sedang berlangsung di Gaza, menganggap keduanya sebagai bagian dari “proyek kolonial tunggal.”

Pemimpin Fatah secara khusus menyoroti peran Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta menteri sayap kanan Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, menuding mereka memberikan perlindungan politik dan militer kepada ekstremis Yahudi. Serangan-serangan baru-baru ini termasuk pembakaran rumah, penembakan, perusakan properti, dan pencabutan pohon, yang dianggap sebagai upaya untuk menyebarkan teror dan mengusir warga Palestina dari tanah mereka.

Kekerasan yang terus berlanjut ini menunjukkan semakin mendalamnya konflik di Tepi Barat, menimbulkan keprihatinan internasional atas dampaknya terhadap warga sipil.

Exit mobile version