Site icon golovinamari.com

Roestam Effendi: Tokoh Padang yang Pernah Jadi Anggota Parlemen Belanda

[original_title]

Golovinamari.com – Roestam Effendi, tokoh yang lahir di Padang, Sumatera Barat, memiliki perjalanan hidup yang unik meskipun tidak sepopuler Soekarno dan Mohammad Hatta. Ia tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang menjadi anggota Tweede Kamer, majelis rendah parlemen Belanda, pada tahun 1933 melalui Partai Komunis Belanda. Keputusannya untuk berpolitik di negeri yang menjajah tanah airnya bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga sebagai upaya menyuarakan suara rakyat Indonesia dan memperjuangkan kemerdekaan.

Lahir pada 13 Mei 1903, Roestam menempuh pendidikan di Kweekschool di Bukittinggi dan kemudian melanjutkan studi keguruan di Bandung. Setelah itu, ia aktif mengajar dan menjadi kepala sekolah di Perguruan Adabiah di Padang. Keterlibatannya dalam pendidikan dan kehidupan sosial membawanya pada pengalaman yang mendalam mengenai permasalahan rakyat di masa kolonial.

Selain berkecimpung di dunia pendidikan, Roestam juga dikenal sebagai sastrawan. Karya terkenal seperti “Bebasari,” sebuah drama bersajak yang diterbitkan pada 1926, menggambarkan perjuangan melawan penindasan kolonial. Namun, rencana pementasan karya tersebut di Padang terpaksa dibatalkan karena mendapat larangan dari pihak sekolah akibat isi yang dianggap menyindir pemerintah kolonial. Kumpulan puisi yang diterbitkan pada 1925 berjudul “Percikan Permenungan” juga menunjukkan usahanya menyampaikan pemikiran tentang kebebasan dan masa depan bangsanya.

Roestam Effendi menjalani masa jabatan di parlemen Belanda hingga 1946, meninggalkan jejak penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Melalui dedikasinya dalam pendidikan dan sastra, ia berkontribusi dalam membangun kesadaran nasional di kalangan masyarakat.

Exit mobile version