Site icon golovinamari.com

RI Berpindah dari Pasar ke Basis Produksi Otomotif Menperin

[original_title]

Golovinamari.com – Indonesia sedang dalam proses berpindah dari berbasis pasar otomotif menjadi basis produksi kendaraan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan pernyataan ini dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada Kamis.

Dalam kesempatan tersebut, Menperin menekankan bahwa industri otomotif tidak hanya berkaitan dengan pasar, tetapi juga berperan penting dalam ketahanan ekonomi nasional. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid, mencapai 5,6 persen pada triwulan I-2026. Sektor pengolahan, termasuk industri otomotif, berkontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) serta ekspor nasional.

Agus juga mengungkapkan peningkatan produksi kendaraan bermotor yang mencapai 615 ribu unit pada Semester I-2026, tumbuh 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan wholesales juga mengalami kenaikan sebesar 15,9 persen, dan dengan tren ini, Agus optimis target penjualan domestik sebesar 850 ribu unit dapat tercapai.

Meskipun demikian, Agus menegaskan bahwa potensi pasar Indonesia masih besar. Rasio kepemilikan mobil saat ini hanya 99 unit per 1.000 penduduk, jauh lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia. Ia mendorong industri dalam negeri untuk mengisi ruang pasar tersebut agar tidak dikuasai produk impor.

Selain itu, dalam laporan ekspor, kendaraan utuh dan komponen menunjukkan tren pertumbuhan, sementara impor kendaraan utuh mengalami penurunan signifikan. Agus menekankan pentingnya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global serta mempercepat transisi ke kendaraan ramah lingkungan, yang ditunjukkan dengan peningkatan penjualan kendaraan elektrifikasi.

Secara keseluruhan, Menperin mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan peluang pertumbuhan di industri otomotif nasional, demi kemandirian ekonomi Indonesia.

Exit mobile version