Golovinamari.com – Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menekankan pentingnya relevansi program studi di dalam kampus, mengingat kebutuhan yang terus berkembang baik dari industri maupun sosial. Dalam pidato wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan, yang berlangsung di Grha Sabha Pramana pada Rabu (20/5), Rektor mengungkapkan bahwa prodi yang dianggap kurang relevan sebenarnya memiliki pembaruan yang disesuaikan dengan tuntutan zaman.
Dari 28 bidang ilmu yang terdaftar dalam QS World University Rankings by Subject, UGM berhasil menempatkan tiga bidang ilmu sosial humaniora, yakni Teologi, Antropologi, dan Studi Pembangunan, dalam jajaran 100 besar dunia. Rektor menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan kualitas akademik UGM yang semakin mendunia dan komitmen pada pengembangan keilmuan secara berkelanjutan.
Mengembangkan akademik secara komprehensif juga menjadi fokus utama. Rektor menjelaskan bahwa pendidikan seharusnya berfungsi sebagai ruang pembebasan yang menciptakan keadilan. Di era yang kompetitif, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga integritas dan kemampuan berpikir kritis.
Dalam kesempatan yang sama, Anies Baswedan, Dewan Pakar Pengurus Pusat KAGAMA, mengingatkan para wisudawan untuk menghadapi pasar kerja yang semakin ketat dengan mentalitas yang realistis. Pekerjaan pertama tidak selalu ideal, namun akan membentuk karakter dan memberikan pelajaran berharga untuk masa depan.
Sementara itu, perwakilan wisudawan, Siham Hamda Zaula, yang menyandang disabilitas autisme, berbagi pengalamannya selama menempuh pendidikan. Ia menekankan pentingnya dukungan dari lingkungan kampus dalam mewujudkan mimpi bagi penyandang disabilitas, serta perlunya membangun masyarakat yang lebih inklusif.