Site icon golovinamari.com

Rasch: Inovasi Baru dalam Penilaian yang Bermakna

[original_title]

Golovinamari.com – Laporan hasil ujian TKA SMA yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) masih fokus pada peringkat dan perbandingan antarsiswa, tanpa memberikan rincian mengenai capaian kompetensi siswa sesuai kurikulum. Meskipun metode penilaian sudah berbasis kurikulum, hasil evaluasi cenderung terjebak dalam paradigma normatif yang tidak menjawab secara efektif capaian kompetensi siswa.

Penilaian memiliki peran krusial dalam proses pembelajaran. Informasi yang diperoleh dari hasil penilaian seharusnya memberikan gambaran sejauh mana siswa menguasai kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Hal ini penting untuk mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Menurut Anthony J Nitko, penilaian yang baik memberikan data yang relevan untuk perbaikan pembelajaran serta mendukung pemahaman siswa mengenai perkembangan belajar mereka.

Kurikulum menetapkan tujuan dan standar yang harus dicapai, sehingga penilaian harus serasi dengan tujuan tersebut. Untuk itu, penilaian berbasis kurikulum lebih menekankan pada pencapaian kompetensi, bukan sekadar perbandingan dengan siswa lain. Salah satu pendekatan yang diusulkan adalah penilaian acuan kriteria, yang lebih adil karena setiap siswa dinilai berdasarkan standar yang sama.

Namun, laporan hasil TKA saat ini belum sepenuhnya mencerminkan hal ini. Pendekatan analisis model Rasch diharapkan dapat memberikan solusi, karena memungkinkan pengukuran kemampuan siswa secara objektif. Model ini dapat memberikan informasi diagnostik yang penting dan mengubah TKA menjadi instrumen evaluasi kurikulum yang lebih bermakna, berfokus pada capaian individu, dan bukan sekadar pemeringkatan. Penguatan penggunaan model ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Exit mobile version