Golovinamari.com – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sikap realistis terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Penilaian ini disampaikan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, usai pertemuan dengan Prabowo di Jakarta, Rabu malam (4/2).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo bertemu dengan sejumlah mantan Menteri dan Wakil Menteri Luar Negeri. Menurut Dino, Prabowo mengedepankan diskusi terbuka mengenai berbagai risiko serta potensi skenario buruk terkait Board of Peace. Dino menyatakan, “Kesan saya adalah Presiden Prabowo mempunyai pendekatan yang realistis mengenai ini.”
Dino menambahkan, Prabowo melihat Board of Peace sebagai satu-satunya opsi saat ini untuk menghentikan konflik di Palestina, meskipun efektivitasnya masih diragukan. Ia menyebut bahwa Prabowo menyadari bahwa keanggotaan dalam Board of Peace bukanlah solusi instan. “Satu-satunya opsi di atas meja saat ini adalah Board of Peace. Tidak ada opsi lain,” jelas Dino.
Selama diskusi, Prabowo juga menyoroti risiko-risiko geopolitik yang terkait dengan Board of Peace, termasuk pengaruh Israel terhadap Amerika Serikat. Meskipun demikian, Dino menegaskan keyakinan Prabowo bahwa Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat melalui kerjasama dengan negara-negara Islam yang juga tergabung dalam Board of Peace.
“Beliau (Presiden Prabowo) menekankan pentingnya kekompakan dengan negara-negara Islam dalam setiap langkah yang diambil,” ujar Dino. Keikutsertaan Indonesia dalam forum ini dianggap penting untuk menyeimbangkan kekuatan dalam geopolitik regional.