Golovinamari.com – Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit produktif untuk usaha rakyat mencapai Rp400 triliun yang akan disalurkan kepada 28 juta keluarga pada tahun 2027. Dalam pidato pada Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, Prabowo menjelaskan bahwa program ini akan difokuskan pada petani, nelayan, dan masyarakat di daerah terpencil serta perkotaan dengan penghasilan rendah.
Prabowo menyatakan, “Kita berharap bisa menyalurkan dana kepada petani, nelayan, dan masyarakat di daerah 3T (terluar, tertinggal, terdepan), serta rumah tangga dalam ekonomi rendah.” Dia juga menyebutkan bahwa jika dirata-ratakan, dana tersebut dapat membantu hingga 100 juta orang.
Presiden menekankan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah harus mengarah pada kesejahteraan nyata rakyat. Ia menyatakan perlunya peningkatan daya beli keluarga agar kekuatan ekonomi dapat dirasakan secara langsung oleh semua lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa kesejahteraan bukanlah sekadar slogan, tetapi harus tercermin dalam peningkatan penghasilan nyata rakyat. “Garis kita fokus pada realitas, di mana setiap keluarga harus memiliki daya beli yang memadai,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memberikan penghargaan kepada kementerian dan Otoritas Jasa Keuangan serta pemimpin daerah yang telah berkontribusi dalam pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah di seluruh provinsi hingga akhir 2024. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung program ini.
Sebelum mengakhiri pernyataannya, Prabowo menyerahkan secara simbolis akad kredit produktif senilai Rp53,15 triliun yang telah disalurkan kepada lebih dari 2 juta debitur, yang terdiri dari pelaku UMKM, petani, dan nelayan, pada periode Agustus hingga Oktober 2026.