Site icon golovinamari.com

Piala Dunia: Dampak Penyiaran Publik pada Penonton Global

[original_title]

Golovinamari.com – Piala Dunia FIFA selalu dianggap sebagai event dengan kepentingan publik yang besar, bukan hanya karena popularitasnya, tetapi juga kontribusinya terhadap nilai-nilai kemanusiaan seperti kesetaraan dan solidaritas antarbangsa. Regulator di berbagai negara menekankan pentingnya aksesibilitas siaran Piala Dunia bagi masyarakat luas.

Di Eropa, legislation seperti Audiovisual Media Services Directive (AVMSD) mewajibkan negara anggota untuk memastikan acara-acara besar dapat diakses publik. Dalam konteks ini, Piala Dunia sejalan dengan Olimpiade dan dianggap sebagai konten kepentingan publik yang berpotensi menguatkan nilai universal.

TVRI telah ditunjuk sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026 untuk Indonesia. Keputusan ini membawa kembali ingatan akan sejarah panjang TVRI sebagai stasiun televisi yang menyiarkan Piala Dunia di tanah air, sejak edisi pertama di tahun 1978. Saat ini, TVRI memegang peranan penting dalam memastikan akses yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia untuk menyaksikan pertandingan, terutama di tengah tantangan geografis yang dihadapi negara kepulauan ini.

Dengan dukungan infrastruktur yang luas, TVRI mampu menjangkau sekitar 75% populasi. Siaran Piala Dunia, yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, akan melibatkan 48 tim dan total 104 pertandingan, diadakan di 16 kota di Kanada, AS, dan Meksiko.

Pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, memastikan siaran ini menjadi bagian dari pemenuhan hak masyarakat atas layanan informasi yang berkualitas. Langkah ini juga sesuai dengan prioritas pembangunan nasional dalam memperkuat identitas dan kedaulatan informasi, sambil menjanjikan tayangan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.

Exit mobile version