Golovinamari.com – Pengguna QRIS di Jakarta mencapai 6,1 juta di tahun 2025, menguasai sekitar 40% pangsa nasional. Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta melaporkan bahwa tren digitalisasi sistem pembayaran di ibu kota terus meningkat, dengan jumlah merchant juga tumbuh menjadi 6,4 juta. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Yosamartha, menyampaikan informasi ini dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025.
Yosamartha mengungkapkan bahwa perkembangan ekonomi digital ditunjang oleh berbagai faktor, seperti respons kebijakan moneter yang akomodatif, performa ekspor yang solid, dan kelanjutan proyek strategis nasional. Hal ini menjadi pilar penting bagi resiliensi ekonomi Jakarta. Adopsi QRIS yang tinggi juga memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jakarta, dengan kontribusi mencapai 3,41%.
Dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia memperkirakan ekonomi Jakarta akan tumbuh antara 4,6% hingga 5,4% secara tahunan sepanjang 2025, dengan inflasi tetap terjaga di kisaran 2,5 ± 1%. Untuk mencapai target tersebut, BI DKI Jakarta meluncurkan program Simfoni Jakarta yang mencakup inisiatif Protect Jakarta, Connect Jakarta, dan Forward Jakarta.
Dari data yang dihimpun, pertumbuhan jumlah pengguna QRIS menunjukkan tingginya adopsi transaksi nontunai di Jakarta. Peningkatan ini diharapkan dapat memberikan dorongan lebih lanjut bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut dalam waktu dekat.