Golovinamari.com – Pembaruan Windows 11 terbaru telah menyebabkan sejumlah masalah serius yang mengganggu pengguna dan membuat banyak komputer tidak dapat digunakan. Pembaruan ini, dengan nomor model KB5094126 dan KB5093998, diperkenalkan oleh Microsoft untuk meningkatkan performa sistem, tetapi sebaliknya malah menimbulkan kerusakan yang signifikan.
Pengguna di berbagai forum teknologi melaporkan bahwa setelah pembaruan diinstal, banyak komputer, khususnya yang menggunakan sistem HP, mengalami kesalahan layar biru kematian (blue screen of death) dengan kode kesalahan 0xc0430001. Masalah ini diyakini berkaitan dengan kesalahan pembaruan sertifikat Secure Boot, yang berfungsi untuk memastikan keamanan sistem ketika dinyalakan. Meskipun banyak keluhan muncul, Microsoft belum secara resmi mengakui adanya masalah ini, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan pengguna.
Selain itu, penting untuk dicatat bahwa walaupun pembaruan tersebut membawa beberapa fitur baru, seperti peningkatan kinerja pada File Explorer—yang kini mengurangi penggunaan RAM dan mempercepat pencarian—masalah yang muncul jauh lebih mencolok. Dalam versi terbaru, Microsoft berusaha menghilangkan operasi pengindeksan duplikat untuk optimisasi memori, tetapi hal ini tampaknya belum cukup untuk mengatasi masalah yang lebih mendasar.
Untuk sementara, pengguna yang terpengaruh oleh masalah ini diminta untuk memastikan bahwa file boot.stl tersedia dalam media instalasi USB atau ISO mereka. Pengguna juga dapat mencoba menyalin file tersebut secara manual dari folder sistem untuk memastikan Secure Boot dapat memverifikasi file yang diperlukan. Situasi ini tentunya menjadi perhatian utama bagi para pengguna Windows 11 yang mengharapkan pembaruan yang lebih aman dan stabil.