Site icon golovinamari.com

Panduan DBD 2026: Gejala, Vaksin, dan Perawatan Rumah

[original_title]

Golovinamari.com – Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia pada tahun 2026 tetap menjadi masalah kesehatan penting, terutama disebabkan oleh perubahan iklim yang mempersulit prediksi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Banyak kasus kematian akibat DBD terjadi akibat terlambatnya penanganan, khususnya pada fase kritis yang sering kali mengecoh pasien dan keluarga.

Fenomena ini dikenal dengan istilah “Siklus Pelana Kuda,” yang dibagi menjadi tiga fase. Fase pertama, yang berlangsung antara hari pertama hingga ketiga, ditandai dengan demam tinggi yang disertai sakit kepala dan nyeri sendi. Selanjutnya, fase kritis, dari hari keempat hingga keenam, adalah momen yang berbahaya. Suhu tubuh pasien dapat turun dan membuat mereka merasa lebih baik, tetapi di dalam tubuh terjadi kebocoran plasma yang dapat menurunkan kadar trombosit. Pada fase pemulihan yang dimulai dari hari ketujuh, jika penanganan tepat, pasien dapat kembali sembuh dengan kenaikan kadar trombosit dan perbaikan nafsu makan.

Di tahun 2026, vaksin DBD, seperti Qdenga, tersedia dengan kisaran harga mulai dari Rp690.000 per dosis. Meskipun biaya perawatan di rumah sakit swasta bisa mencapai Rp4.700.000 hingga Rp10.000.000, BPJS Kesehatan menanggung biaya pengobatan DBD selama mengikuti prosedur rujukan.

Untuk pencegahan, penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala dan melakukan langkah-langkah pertolongan pertama di rumah, termasuk menjaga asupan cairan yang cukup dan istirahat total. Akhirnya, kesigapan dalam mengenali tanda bahaya dan membawa pasien ke rumah sakit saat diperlukan sangatlah krusial untuk menanggulangi DBD secara efektif.

Exit mobile version