Site icon golovinamari.com

P2G: PJJ Tak Efektif untuk Efisiensi Energi dan Kualitas Belajar

[original_title]

Golovinamari.com – Keputusan pemerintah untuk membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada April 2026 menuai respons positif dari Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G). Organisasi ini menilai langkah tersebut tepat di tengah kekhawatiran terhadap penurunan kualitas pendidikan. Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim, menegaskan bahwa PJJ bukanlah solusi yang bijak dalam upaya efisiensi energi, karena sektor pendidikan seharusnya tidak terdampak oleh kebijakan tersebut.

“Pilihan PJJ sebagai strategi efisiensi energi itu kurang tepat dan kurang bijak. Masih banyak opsi lain tanpa harus menyentuh sektor pendidikan,” ujar Satriwan saat dihubungi pada Rabu (25/3). Dia menggarisbawahi pentingnya pendidikan tatap muka, terutama menjelang tes kemampuan akademik (TKA), yang akan dihadapi oleh siswa kelas 6 SD dan kelas 7 SMP. Kesiapan siswa, menurut Satriwan, lebih terjamin melalui pembelajaran fisik.

“Anak-anak sedang mempersiapkan tes, dan jika dilakukan daring, kami khawatir hasilnya tidak optimal,” jelasnya. Selain itu, dampak PJJ selama pandemi COVID-19 telah memicu fenomena learning loss. Satriwan menyatakan bahwa pembelajaran daring selama lebih dari satu tahun tidak cukup menjaga kualitas pendidikan.

Merujuk pada hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, ia mencatat penurunan signifikan dalam capaian siswa Indonesia, yang mencerminkan ketidakberhasilan PJJ dalam menghadirkan pembelajaran berkualitas. Ia menekankan bahwa kebijakan serupa seharusnya tidak diulang tanpa persiapan yang matang.

Saat ini, tantangan bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah semakin berat, dengan fokus tidak hanya pada pemulihan akibat learning loss, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan untuk menjawab tuntutan zaman.

Exit mobile version