Golovinamari.com – Dalam upaya memperkuat hubungan bilateral, China dan Indonesia baru saja meluncurkan Dialog Strategis Komprehensif (CSD) di Jakarta pada 21 Agustus. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menegaskan posisi penting Indonesia dalam kebijakan luar negeri Beijing, serta komitmen untuk menjadikan konsensus yang dicapai antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo sebagai pedoman.
Dialog ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama di lima pilar utama dan menandai dimulainya Rencana Aksi Indonesia-China 2027-2031. Wang Yi mengungkapkan harapannya agar kedua negara dapat menjadi contoh bagi negara-negara Global South dalam menciptakan kesejahteraan bersama.
Menanggapi perkembangan ini, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menilai bahwa peluang yang diberikan oleh perkembangan China sangat signifikan bagi negara-negara tetangga. Indonesia berkomitmen pada prinsip “Satu China” dan mendukung upaya reunifikasi, sambil bertekad memperkuat hubungan dengan Beijing untuk mencapai pembangunan yang lebih tangguh.
Kedua belah pihak sepakat untuk mendalami kerja sama strategis, termasuk dalam teknologi pertanian, pengurangan kemiskinan, dan penguatan keamanan. Mereka juga berdiskusi mengenai potensi kerjasama di bidang energi dan mineral, dengan harapan untuk membangun hubungan yang lebih terbuka dan berkelanjutan.
Dalam konteks regional, Indonesia dan China berkomitmen untuk menjalankan Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan. Kedua negara berencana melanjutkan CSD kedua pada tahun depan di China, serta menggelar Pertemuan Dialog 2+2 untuk memperkuat kerjasama di berbagai bidang, termasuk politik dan keamanan. Dialog ini diharapkan dapat membawa kedua negara menuju kemitraan strategis yang lebih kuat dan saling menguntungkan.