Site icon golovinamari.com

Mata Uang Iran Anjlok, Protes Meluas di Seluruh Negeri

[original_title]

Golovinamari.com – Krisis mata uang Iran tengah mencapai titik kritis, dengan nilai tukar rial mencapai sekitar 1.400.000 rial per USD. Hal ini telah memicu protes masif di seluruh negeri, yang dianggap paling berbahaya bagi keberlangsungan Republik Islam sejak Revolusi 1979. Anjloknya nilai tukar tidak hanya menciptakan dampak ekonomi yang mendalam, tetapi juga menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem moneter.

Sejak akhir Desember 2025, protes bermula dari Grand Bazaar Teheran, pusat ekonomi utama Iran. Kondisi ini menunjukkan bahwa krisis ini tidak hanya dampak dari kebijakan pemerintah, melainkan juga berdampak langsung pada kegiatan ekonomi sehari-hari. Inflasi melampaui 50%, dengan harga pangan melonjak lebih dari 70%. Banyak warga mengalami penurunan nilai upah yang drastis, bahkan sebelum menerima gaji mereka.

Berbeda dengan protes sebelumnya yang berakar pada isu sosial, seperti kematian Mahsa Amini, gelombang demonstrasi kali ini berkaitan langsung dengan runtuhnya sistem moneter. Kelompok yang terlibat dalam aksi ini semakin beragam, mencakup pedagang, buruh, hingga mahasiswa, menandakan luasnya dampak krisis ekonomi. Tuntutan pun semakin mengarah pada perubahan rezim, menunjukkan ketidakpuasan mendalam terhadap struktur kekuasaan saat ini.

Krisis ini juga diperparah oleh faktor-faktor eksternal, termasuk ancaman intervensi asing dan penurunan posisi geopolitik Iran. Infrastruktur nuklir yang rusak akibat serangan pada 2025 serta pengaruh regional yang menyusut semakin menjadikan situasi ini kompleks. Jika tidak ditangani, krisis mata uang ini dapat mengganggu stabilitas tidak hanya di Iran, tetapi juga di seluruh wilayah sekitarnya, menciptakan potensi ketidakpastian yang lebih besar.

Exit mobile version