Site icon golovinamari.com

Maduro Kehilangan Dua Sekutu Regional dalam Waktu Singkat

[original_title]

Golovinamari.com – Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, mengalami isolasi semakin mendalam setelah kehilangan dua sekutu regional, Honduras dan St. Vincent dan Grenadines, dalam waktu satu minggu terakhir. Ini terjadi di tengah meningkatnya kekuatan angkatan laut Amerika Serikat di kawasan Karibia.

Di Honduras, pemilihan presiden yang berlangsung pada hari Minggu menunjukkan bahwa calon dari partai kiri, Rixi Moncada, kini terdegradasi menjadi posisi ketiga. Persaingan saat ini hanya tersisa antara dua kandidat berhaluan kanan, Salvador Nasralla dan Nasry Asfura, yang keduanya berkomitmen untuk memutuskan hubungan dengan pemerintah Maduro. Langkah ini didukung oleh Presiden AS yang sebelumnya, Donald Trump.

Di St. Vincent dan Grenadines, Perdana Menteri Ralph Gonsalves, yang merupakan pendukung setia Maduro, mengalami kekalahan telak setelah hampir 25 tahun memimpin. Politisi kanan-tengah, Godwin Friday, kini akan memimpin negara tersebut setelah partainya berhasil meraih 14 dari 15 kursi di parlemen setempat.

Kalahnya Maduro dalam dukungan ini mencerminkan pergeseran politik yang lebih luas di Amerika Latin, di mana gerakan populis yang dipelopori oleh mantan Presiden Hugo Chávez, sedang kehilangan pengaruh. Berbagai negara di kawasan, termasuk Brasil, Chili, Meksiko, dan Kolombia, menunjukkan sikap yang lebih skeptis terhadap Maduro setelah pemilu kontroversial 2024, di mana ia dinyatakan sebagai pemenang meski terdapat bukti yang meragukan keabsahan hasil tersebut.

Perubahan ini menunjukkan bahwa meskipun Maduro masih mempertahankan posisi, iklim politik di sekitarnya semakin tidak mendukung, menandakan tantangan besar bagi kestabilan pemerintahannya di masa depan.

Exit mobile version