Site icon golovinamari.com

KPK Selidiki Staf Administrasi dalam Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

[original_title]

Golovinamari.com – Dugaan praktik pemerasan terhadap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, tengah didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tim penyidik KPK saat ini memeriksa Setya Budi Dias, staf administrasi KPK yang baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Pemeriksaan ini merupakan langkah pertama setelah penetapan status tersangka yang diumumkan pada Senin, 3 Agustus 2026.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa kedalaman pemeriksaan diperlukan untuk memahami pola dan mekanisme pemerasan yang diduga dilakukan oleh Dias terhadap Anom. Dias diduga mengalirkan informasi kepada ayahnya, Lilik Budi Suprianto, yang kemudian dipergunakan untuk melakukan pemerasan terhadap sang bupati. Ironisnya, Anom Widiyantoro tidak hanya menjadi korban pemerasan, tetapi juga diduga terlibat dalam pemerasan terhadap bawahannya di Pemkab Pemalang.

KPK kini juga memanggil saksi-saksi dari berbagai pihak untuk mengungkap lebih jauh tentang dugaan praktik pemerasan yang terjadi di Pemkab Pemalang. Menurut Budi, keterangan dari para saksi tersebut akan menjadi bagian penting dalam menyelidiki kasus ini, baik yang berkaitan dengan pemerintah daerah maupun dengan pihak swasta.

Setelah menjalani pemeriksaan, Setya Budi Dias memilih untuk tidak memberikan keterangan kepada awak media dan enggan menjawab pertanyaan yang diajukan. Pemeriksaan lanjutan diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai keterlibatan pihak-pihak berkaitan dalam dugaan kasus pemerasan ini. KPK berkomitmen untuk menuntaskan investigasi guna memastikan penegakan hukum tetap adil dan transparan.

Exit mobile version