Site icon golovinamari.com

Ketua DPKLTS Ajak Pemulihan Hutan untuk Kurangi Risiko Bencana

[original_title]

Golovinamari.com – Kerusakan lingkungan di Jawa Barat semakin meresahkan, ditandai dengan meluasnya lahan kritis di beberapa daerah. Ketua Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS), M. Taufan Suranto, mengungkapkan bahwa kondisi lahan yang gundul dan minim vegetasi dapat ditemukan di wilayah Pangalengan, Cisanti, Cikembang, Puncak Gede, serta daerah Bandung Barat dan Kabupaten Bandung.

Alih fungsi lahan yang tidak terkontrol dan lemahnya upaya rehabilitasi hutan menjadi faktor utama yang mempercepat degradasi kawasan. Hal ini berakibat pada meningkatnya risiko bencana seperti longsor, banjir, dan kekeringan di berbagai tempat. Di kawasan Bandung Raya, tekanan terhadap ekosistem sangat terasa akibat pembangunan properti dan objek wisata yang mengubah bentang alam yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air, terutama di Bandung Utara.

Sementara itu, di wilayah selatan, penggunaan lahan yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Taufan menekankan pentingnya pemulihan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) untuk mengurangi ancaman bencana, serta mendesak semua pihak untuk bersama-sama menangani masalah ini.

Upaya yang lebih aktif dalam melakukan rehabilitasi lahan dan perlindungan lingkungan sangat diperlukan, agar kerusakan yang terjadi dapat diminimalisir dan keseimbangan ekosistem dapat dipulihkan demi masa depan yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat di Jawa Barat.

Exit mobile version