Site icon golovinamari.com

Kesejahteraan Guru Sebagai Investasi untuk Ekonomi Masa Depan

[original_title]

Golovinamari.com – Kesejahteraan guru sering dipandang sebagai beban anggaran, padahal sejatinya merupakan investasi penting untuk ekonomi jangka panjang. Faozan Amar, Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA, menegaskan bahwa tunjangan dan insentif yang diterima para pendidik mampu memperkuat daya beli, meningkatkan produktivitas pendidikan, dan berkontribusi pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Guru memegang peranan vital dalam kehidupan generasi muda, tidak hanya sebagai pengajar tetapi juga sebagai pembentuk karakter dan nilai. Dalam budaya Indonesia, guru menjadi figur yang dihormati, di mana ungkapan “guru digugu dan ditiru” menggambarkan betapa pentingnya peran mereka. Meski demikian, tantangan kesejahteraan sering kali menghinggapi profesi ini. Banyak guru yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, yang berdampak negatif terhadap kualitas pembelajaran dan perkembangan pendidikan.

UNESCO pada tahun 2021 menegaskan bahwa kualitas sistem pendidikan suatu negara akan selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan para gurunya. Dalam konteks ini, masalah kesejahteraan juga menjadi faktor yang memengaruhi regenerasi profesi. Narasi tentang kehidupan guru yang kurang sejahtera semakin membuat profesi ini kurang diminati oleh generasi muda.

Sebuah penelitian oleh Yohana Setyani dan Fahrur Rozi pada tahun 2025 menemukan bahwa kesejahteraan guru memiliki pengaruh sebesar 6,66% terhadap minat orang untuk memilih profesi sebagai guru. Temuan ini sejalan dengan studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa tingkat remunerasi guru berhubungan erat dengan kualitas dan keberlangsungan pasokan guru yang berkualitas. Dengan demikian, peningkatan kesejahteraan guru tidak hanya soal sosial, tetapi juga mencakup aspek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Exit mobile version