Golovinamari.com – Bentrokan suporter antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta menjadi sorotan dalam pertandingan pekan kelima Super League 2026-2027 yang berlangsung di Banten International Stadium pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Insiden ini dimulai sejak babak pertama dan berlanjut hingga akhir laga, menyebabkan pertandingan sempat tertunda.
Berdasarkan informasi, kericuhan pertama terjadi di area selatan stadion pada awal babak pertama. Upaya petugas keamanan untuk menenangkan suporter berhasil, sehingga pertandingan dapat dilanjutkan. Namun, ketegangan kembali meningkat saat jeda pertandingan, dengan bentrokan terjadi di area utara dan selatan yang membuat beberapa suporter Persita melarikan diri ke pinggir lapangan. Akibat situasi tersebut, wasit memutuskan untuk menunda dimulainya babak kedua. Panitia dan perwakilan pemain Persija ikut berupaya meredakan kondisi agar pertandingan dapat dilanjutkan.
Setelah situasi mereda, pertandingan kembali dilanjutkan. Di babak pertama, Persita dan Persija menutup pertandingan dengan skor imbang 1-1. Persita unggul lebih dulu berkat gol Claudio Luquinhas, sementara Fabio Calonego menyamakan kedudukan untuk Persija. Memasuki babak kedua, Persita akhirnya meraih kemenangan dengan skor 3-2, sekaligus memutus rentetan kemenangan Persija di awal musim.
Namun, insiden lebih besar dilaporkan terjadi menjelang akhir laga di area selatan stadion, yang mengakibatkan beberapa suporter mengalami luka-luka. Meskipun demikian, pertandingan tetap dilangsungkan hingga akhir. Rangkaian kekacauan ini menjadi catatan penting mengenai perlunya peningkatan pengamanan dan pengendalian massa dalam pertandingan sepak bola untuk mencegah terulangnya kericuhan serupa di masa mendatang.