Site icon golovinamari.com

Kemendikdasmen Siapkan Rujukan MPLS Inklusif untuk SLB

[original_title]

Golovinamari.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan sejumlah rujukan kegiatan untuk Satuan Pendidikan Luar Biasa (SLB) dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah. Inisiatif ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan murid berkebutuhan khusus (ABK) selama proses pengenalan lingkungan sekolah yang berlangsung.

Menurut Ketua Tim Kajian Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Kosasih Ali Abu Bakar, MPLS Ramah dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, terutama bagi ABK. “Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua murid,” ungkapnya dalam sebuah webinar di Jakarta.

Kemendikdasmen telah menyusun empat buku rujukan kegiatan sesuai dengan jenis disabilitas, yaitu: disabilitas netra untuk SLB A, disabilitas rungu untuk SLB B, disabilitas grahita untuk SLB C, dan disabilitas daksa untuk SLB D. Setiap buku rujukan mencakup kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing disabilitas.

Sebagai contoh, untuk murid di SLB A, disediakan alat bantu seperti pengeras suara dan benda berbasis sentuhan, sedangkan bagi SLB B, rujukan mencakup penggunaan alat pemutar video dan kartu peraga visual yang memudahkan interaksi.

Selain itu, Kemendikdasmen juga menyiapkan skrining untuk mendeteksi kebutuhan khusus murid setelah MPLS. Skrining ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik, sensorik, komunikasi, serta kognitif dan emosi murid. Kosasih menegaskan bahwa skrining bukanlah alat diagnosis, tetapi sebagai dasar untuk merujuk murid ke layanan profesional yang tepat.

Melalui program ini, Kemendikdasmen berupaya memastikan bahwa semua anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, dapat memulai tahun ajaran baru dengan penuh semangat dan dukungan yang memadai.

Exit mobile version