Golovinamari.com – Dalam upaya memajukan dunia ketenagakerjaan di Indonesia, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Indra, menegaskan pentingnya paradigma baru yang menyelaraskan kemajuan industri dengan kesejahteraan pekerja. Pernyataan ini disampaikan dalam Talkshow Perburuhan Nasional yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 30 Januari. Indra menggarisbawahi bahwa keberhasilan sektor industri harus diiringi dengan peningkatan taraf hidup pekerja.
Sektor ketenagakerjaan di Indonesia menghadapi berbagai tantangan kompleks, dengan sekitar 146 juta pekerja terdaftar. Indra menyoroti pentingnya ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri, untuk memastikan lulusan dapat memenuhi tuntutan pasar kerja. Selain itu, regulasi ketenagakerjaan seperti UU Cipta Kerja perlu ditegaskan agar lebih adil bagi semua pihak, baik buruh maupun pengusaha.
Indra juga menambahkan, kebutuhan akan undang-undang ketenagakerjaan yang berkeadilan menjadi sangat mendesak. Dalam satu tahun kepemimpinan Prof. Yassierli di Kementerian Ketenagakerjaan, sejumlah inisiatif positif telah diluncurkan. Kebijakan baru mencakup pengupahan yang lebih adil, pembinaan hubungan industrial yang harmonis, serta program pemagangan nasional yang memberikan uang saku setara dengan upah minimum.
Dengan semangat kolaborasi, Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk menjadi wadah bagi dialog antara buruh, pengusaha, dan masyarakat. Indra menekankan pentingnya mendengarkan aspirasi semua pihak demi menciptakan kebijakan yang lebih baik dan adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui pendekatan ini, diharapkan dunia ketenagakerjaan di Indonesia dapat menghadapi tantangan dan berbasis pada keadilan serta kesejahteraan bersama.