Site icon golovinamari.com

Kehancuran 16 Pangkalan AS di Timur Tengah Terungkap

[original_title]

Golovinamari.com – Kehancuran 16 pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah menjadi sorotan setelah sejumlah bukti kerusakan akibat serangan Iran mencuat. Washington mengonfirmasi bahwa fasilitas militer negara ini telah terkena serangan di berbagai negara, namun tampaknya Pentagon berupaya menyembunyikan sejauh mana kerusakan tersebut.

Serangan balasan Iran terjadi setelah AS memulai ‘Operasi Epic Fury’ pada 28 Februari, dengan pangkalan Pangeran Sultan di Arab Saudi sebagai titik fokus. Para pejabat AS melaporkan bahwa kerusakan pada fasilitas militer jauh lebih parah daripada yang diakui Pentagon. Dalam sebuah laporan kepada Kongres, penasihat senior Pentagon, Jules Hurst, menyatakan bahwa biaya perang diperkirakan mencapai USD25 miliar, terutama untuk amunisi. Namun, perkiraan ini menuai kritik dari para anggota parlemen yang menganggap angka tersebut tidak realistis.

Lebih lanjut, biaya total dari konflik ini, termasuk perbaikan pangkalan yang rusak, diperkirakan bisa mencapai USD40-50 miliar. Menurut laporan CNN, Iran telah menyerang puluhan target di delapan negara Timur Tengah, mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada infrastruktur seperti gudang, markas komando, dan sistem radar. Hal ini semakin diperparah dengan serangan jet tempur F-5 Iran yang menyasar Camp Buehring di Kuwait, menunjukkan eskalasi seruan konflik yang tak terduga.

Sementara itu, pada pertengahan Maret, perusahaan penyedia citra satelit, Planet Labs, menunda pengeluaran citra kerusakan selama 14 hari untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak ketiga. Pihak pemerintahan juga meminta perusahaan lain untuk menjaga citra tertentu demi keamanan. Situasi ini menyoroti tantangan yang dihadapi AS dalam mengelola informasi tentang dampak nyata dari konflik yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Exit mobile version