Golovinamari.com – Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengekspresikan kekecewaannya setelah timnya ditahan imbang 3-3 oleh Semen Padang pada pekan ke-18 Super League 2025-2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada 24 Januari 2026. Meski Bali United sempat unggul 3-2 hingga menit ke-75, mereka gagal mempertahankan keunggulan tersebut.
Jansen menyoroti kemampuan timnya dalam mengantisipasi situasi bola mati sebagai penyebab utama hasil yang mengecewakan. Ia mencatat bahwa seluruh gol yang dicetak oleh Semen Padang berasal dari keadaan tersebut, termasuk gol penyama yang dicetak oleh Ripal Wahyudi pada menit ke-79. “Saya kurang puas dengan hasil ini di mana kami kebobolan dua gol di babak pertama,” ungkap Jansen.
Pertandingan terasa dramatis dengan Bali United yang awalnya menunjukkan performa baik, namun harus menerima kenyataan ikut membagi poin dengan lawan. Dalam babak kedua, meski telah melakukan pergantian pemain dan berhasil membalikkan keadaan, ketidakmampuan menjaga fokus di akhir pertandingan menyebabkan mereka kehilangan tiga poin berharga.
Hasil imbang ini menjadi catatan penting bagi Bali United dalam upayanya mempertahankan posisi kompetitif di liga. Dengan performa yang dinilai masih dapat ditingkatkan, tim pelatih diharapkan mampu menganalisis kelemahan yang ada dan memperbaiki strategi ke depan untuk menghindari hasil serupa. Jansen dan tim kini harus memperhatikan setiap detail untuk mencapai hasil yang lebih baik di laga-laga berikutnya.