Site icon golovinamari.com

Iran Siap Bertahan Lama Melawan AS Setelah Trump Mundur

[original_title]

Golovinamari.com – Iran mengklaim bahwa mereka memiliki kemampuan untuk melanjutkan perang jangka panjang melawan Amerika Serikat (AS), termasuk hingga akhir masa jabatan Presiden Donald Trump. Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan oleh PBS, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyatakan keyakinannya bahwa Iran dapat mempertahankan konfrontasi ini meskipun situasi di lapangan tampak menantang.

Naqdi mengungkapkan bahwa tujuan utama Teheran adalah menciptakan “deterrence” sehingga musuh tidak berani menyerang. Pernyataan ini muncul di tengah laporan yang menunjukkan adanya tekanan terhadap persediaan amunisi AS dan menurunnya moral di kalangan pasukan Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah. Menurutnya, Iran berupaya untuk memperpanjang konflik ini dengan maksud melemahkan lawan, dan ia menegaskan bahwa jika ada pihak yang berniat menyerang Iran, mereka harus siap menghadapi konsekuensi yang besar.

Lebih lanjut, Naqdi mengisyaratkan bahwa strategi ini bertujuan untuk menguras sumber daya lawan, sebuah pendekatan yang dianggap efektif untuk mempertahankan posisi Iran dalam konfliknya dengan AS. Sejak Trump melancarkan kampanye pengeboman terhadap Iran pada akhir Februari, meskipun kehilangan sejumlah pejabat senior, Iran tetap berusaha untuk mempertahankan kendali atas situasi dan telah melakukan balasan melalui serangan terhadap fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

Dengan situasi yang terus berkembang, kedua belah pihak tampaknya terjebak dalam ketegangan yang berkepanjangan, dan pernyataan dari pihak Iran menambah dimensi baru pada konflik yang sudah berlangsung lama ini.

Exit mobile version