Site icon golovinamari.com

Ilmuwan Peringatkan Krisis Oksigen Lautan Bisa Ancam Stabilitas Bumi

[original_title]

Golovinamari.com – Tim peneliti internasional menyarankan agar penurunan kadar oksigen di perairan dunia, yang dikenal sebagai aquate deoxygenation, dimasukkan dalam daftar “Batas-Batas Planet.” Kerangka kerja ini penting untuk menentukan batas aman aktivitas manusia demi menjaga stabilitas ekosistem Bumi. Studi yang dipimpin ilmuwan dari University of California San Diego mengungkap bahwa penyusutan oksigen terjadi secara signifikan di lautan dan air tawar, sebagai akibat dari perubahan iklim dan polusi.

Dalam beberapa dekade terakhir, perairan laut telah kehilangan lebih dari dua persen volume oksigen, sedangkan danau dan waduk mengalami penurunan kadar oksigen yang lebih drastis, mencapai angka antara 5,5 hingga 18,6%. Penyebab utama krisis ini adalah pemanasan global, yang mengakibatkan suhu air yang lebih tinggi dan mengurangi kemampuan air untuk menampung gas oksigen.

Fenomena ini diperburuk oleh limpasan pupuk dari pertanian dan limbah ke perairan, yang memicu ledakan populasi alga. Ketika alga tersebut mati dan terurai, mikroorganisme mengonsumsi oksigen dalam jumlah besar, menciptakan zona mati di lautan dan danau yang makin meluas. Akibatnya, berbagai spesies laut terpaksa bermigrasi ke sudut perairan yang lebih kaya oksigen, yang membuat mereka lebih rentan terhadap penangkapan nelayan.

Peneliti, termasuk Dr. Lisa Levin dari Scripps Institution of Oceanography, menegaskan bahwa batas keselamatan untuk oksigen di perairan sudah sangat dekat, bahkan mungkin sudah terlampaui di beberapa kawasan. Memasukkan deoksigenasi ke dalam batas planet baru sangat penting untuk mendorong pemantauan global yang lebih komprehensif dan kebijakan yang lebih ketat terhadap emisi serta limbah, sebelum kerusakan ekosistem menjadi tidak dapat diperbaiki.

Exit mobile version