Site icon golovinamari.com

Hati-Hati Krisis Air di 2026, Bappenas Peringatkan Wilayah Tersebut

[original_title]

Golovinamari.com – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) memperingatkan potensi krisis air yang mengancam beberapa daerah, khususnya di Pulau Jawa. Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN, Dadang Jainal Mutaqin, dalam acara diseminasi Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026, menyatakan bahwa meskipun secara keseluruhan Indonesia memiliki cukup air, beberapa wilayah mengalami kekurangan yang signifikan.

Jakarta, Jawa Timur, dan bagian tertentu dari Jawa Barat merupakan daerah yang paling terpengaruh. Selain Pulau Jawa, kota-kota seperti Medan dan Makassar juga menghadapi isu serupa. Menurut data Bank Dunia, potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun, dengan 80% penggunaannya untuk sektor pertanian dan irigasi. Di samping itu, 7,5% dari total produksi listrik nasional bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Proyeksi kebutuhan air di Indonesia menunjukkan peningkatan hingga 31% pada tahun 2045 dibandingkan dengan tahun 2015, terutama sebagai dampak dari pertumbuhan populasi dan meningkatnya permintaan industri. Tantangan lain termasuk penurunan muka tanah akibat ekstraksi air tanah dan sekitar 12,7 juta hektare lahan yang berada dalam kondisi kritis.

Dalam menghadapi isu ini, pemerintah menekankan pentingnya konservasi sumber daya air. Langkah-langkah termasuk pengendalian pencemaran, pemantauan kualitas air, serta pelestarian sumber air menjadi prioritas. Program-program seperti rehabilitasi hutan dan lahan serta pengembangan sistem irigasi diharapkan membantu mencapai swasembada air di tanah air.

Exit mobile version